Minggu, 23 Desember 2012



[Year]
    
           MENGHILANGKAN TRADISI ANIMISME DAN DINAMISME
TENTANG LEGENDA MAKAM LOANG BALOQ
MASYARAKAT LOMBOK





Ditulis Oleh:

Nama:
Samsul Hadi (1D)

Nim:
15.2.12.5.029




INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
FAKULTAS SYARI’AH
JURUSAN EKONOMI ISLAM (KEUANGAN)
2012-2013


KATA PENGANTAR


Segala puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesempatan, kemauan dan ketabahan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat saya dapat menyelesaikan karya tulis yang sangat sederhana ini.

Penyusunan karya tulis yang berjudul “menghilangkan Tradisi Animisme dan Dinamisme tentang Legenda Makam loang baloq masyarakat di Pulau Lombok. Pada dasarnya karya tulis yang saya angkat adalah menggali dari kegiatan yang menjadi tugas kuliah saya yang diberikan oleh dosen pengempu saya . Dengan berpokok kemampuan berpikir yang sederhana, saya mencoba mengutarakan suatu masalah yang menurut hemat saya sangat penting.

Atas terselesainya karya tulis ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1.      bapak Rektor IAIN Mataram yang dengan penuh kesabaran dan ketelitian telah memberikan motivasi dan fasilitas.
2.      Bapak Heru Sunardi, SH, MH yang membimbing dalam penulisan karya ilmiah ini.
3.      Ibu Siti Nurul khaerani, MM, selaku dosen wali saya yang penuh kesabaran setia membimbing saya.
4.      Bapak syamsudin selaku penjaga makam Loang Baloq yang memberikan informasi tentang  keberadaan masyarakat Lombok dan perkembangan sikap masyarakat terhadap makam Loang Balok.

Semoga amal kebaikan tersebut diterima oleh Allah SWT dan kelak mendapatkan balasan yang sesuai.

Kami menyadari bahwa yang subjektif mengandung kelemahan. Oleh karena itu kami senantiasa membuka peluang untuk saran dan kritik yang datangnya dari pihak manapun.

Mudah-mudahan karya tulis yang sangat sederhana ini dapat membuahkan manfaat kepada semua pihak. Amin.






                                             Mataram, 13 november 2012

Penulis




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR........................................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................
a.      Latar Belakang Masalah...................................................................................
b.      Perumusan Masalah..........................................................................................
c.       Pembatasan Masalah.........................................................................................
d.      Tujuan Penelitian...............................................................................................
e.       Kegunaan Penelitian..........................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................
a.      Legenda Makam Loang Balok.........................................................................
b.      Pengertian Animisme dan Dinamisme.............................................................
c.       Perbuatan Menyimpang dan Menyasatkan....................................................
d.      Hal-Hal Yang Menimbulkan Kemusyrikan....................................................
e.       Bahaya Kemusyrikan........................................................................................

BAB III METODE PENELITIAN....................................................................................
a.      Rencana Penelitian............................................................................................
b.      Populasi dan Sampel..........................................................................................
c.       Metode Pengumpulan Data..............................................................................
d.      Teknik Pengumpulan Data...............................................................................

BAB IV HASIL PENELITIAN.........................................................................................
a.      Hasil Wawancara dan Observasi......................................................................
b.      Solusi Menghilangkan Tradisi Animisme dan Dinamisme Tentang Legenda Makam Loang Balok.............................................................................................................................

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................................
a.      Kesimpulan.........................................................................................................
b.      Saran...................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................










BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Tradisi ziarah kubur di Masyarakat pada umumnya merupakan kegiatan rutin sehari-hari dan pada bulan-bulan tertentu. Ada yang dilakukan setahun sekali pada saat hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Tradisi ziarah seperti ini bertujuan mendoakan arwah ahli kubur agar di rahmati Tuhan Yang Maha Esa dan mengingatkan diri kita bahwa kita juga akan mati.

 Tetapi jika ziarah kubur untuk maksud lain, selain mendoakan arwah ahli kubur adalah ziarah yang dapat mengarah pada penyimpangan dan penyesatan.
Demikian pula dengan tradisi ziarah Makam Loang Baloq yang dilakukan Masyarakat di Lombok.

 Makam Loang Baloq adalah salah satu legenda yang ada di Lombok. Namun keberadaan legenda tersebut belum diketahui oleh banyak orang di Masyarakat Lombok. Tetapi untuk Masyarakat Lombok Legenda Makam Loang Balok ini tetap dilestarikan.

Menurut legenda, Makam Loang Balok adalah tempat dimakamkan salah seorang ulama terbesar Maulana Syah Gaus Abdurrazak yang berasal dari jazirah arab datang ke Palembang. Dari Palembang, ulama besar itu melanjutkan perjalanan dan mendarat di pesisir pantai ampenan, kota mataram. Ketika berada di daerah itu maulana syech gaus abdurrazak menyampaikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran islam. Ajaran tersebut  sangat dipercaya oleh masyarakat, tidak hanya tetapi juga di Lombok.

Makam-makam tersebut hingga kini sering dikunjungi para peziarah dari pulau Lombok maupun dari daerah lain. oleh karna itu, dimakamkan tersebut dikeramatkan. Bahkan sampai sekarangpun masyarakat Lombok masih mempercayainya. Bahkan bila ada masyarakat yang punya hajat tentu datang kemakam tersebut. Mereka tahu bahwa yang dimakamkan dimakam loang balok adalah hanya seorang ulama. Bagaimana mungkin manusia yang sudah meninggal bisa mereka minta pertolongan.

 Memang kita perlu melestarikan legenda makam loang baloq karna merupakan salah satu budaya daerah. Namun disisi lain ada faktor nilai tradisi mempertahankan animisme dan dinamisme yang dapat menyesatkan masyarakat.

Untuk itu bagaimana usaha kita untuk tetap melestarikan legenda makam loang baloq yang dapat menghilangkan tradisi animisme dan dinamisme?

Hal inilah yang melatarbelakangi saya mengangkat judul menghilangkan tradisi animisme dan dinamisme tentang legenda makam loang baloq masyarakat Lombok.




B.     Perumusan Masalah

Bagaimana menghilangkan tradisi animisme dan dinamisme tentang legenda Makam Loang Balok.

C.    Pembatasan Masalah
1.      Menghilangkan tradisi animisme dan dinamisme pada rumusan masalah maksudnya adalah mengarahkan masyarakat khususnya masyarakat di Lombok yang mayoritas muslim untuk tetap meyakini bahwa tempat memohon dan berdo’a ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Legenda makam loang baloq yang saya maksudkan adalah cerita masyarakat yang dihubungkan dengan asal usul terjadinya makam loang baloq.


D.    Tujuan Penelitian

Tujuan saya mengangkat tema atau judul tersebut adalah mehilangkan tradisi terhadap legenda Makam loang baloq Masyarakat Lombok.

E.     Kegunaan Penelitian

Sebagai informasi dan wawasan kepada Masyarakat umum khususnya, Masyarakat Lombok yang beragama Islam, bahwa mengkeramatkan Makam loang balok termasuk perilaku menuju musyrik.






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Legenda Makam Loang Baloq

Menurut cerita penjangga makam loang baloq bapak syamsudin tentang makam loang baloq adalah sebagai berikut: berdasarkan data dinas pariwisata seni dan budaya kota mataram, berdasarkan sejarah, pada tahun 1866, seorang ulama besar bernama maulana syach gaus abdurrazak yang berasal dari dari jazirah arab datang kepalembang.
Dari Palembang, ulama besar itu melanjutkan perjalanan dan mendarat dipesisir pantai ampenan, kota mataram. Ketika berada di daerah itu maulana syech gaus abdurrazak menyampaikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran islam. Ajaran tersebut sangat dipercaya oleh masyarakat, tidak hanya di mataram tapi juga dipulau Lombok.
Makan-makan tersebut hingga kini sering dikunjungi para peziarah dari pulau Lombok maupun dari daerah lain. Para peziarah yang datang ke makam biasanya berdo’a semoga arwah beliau diterima disisi Allah SWT.

B.     Pengertian Animisme dan Dinamisme

Kata animisme berasal dari bahasa latin, yaitu anima yang bearti ‘roh’. Kepercayaan animism adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh.

Sedangkan kata dinamisme berasal dari bahasa Yunanin, yaitu dunamos, sedangkan dalam bahasa inggris berarti dynamic dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan arti kekuatan, daya, atau kekuasaan. Difinisi dari dinamisme memiliki arti tentang kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia yang diyakini memiliki kekuatan gaib.

       C. Perbuatan Menyimpang dan Menyesatkan

Setiap perilaku maksiat dengan penyimpangan yang dilakukan seorang hamba, pasti
akan menghasilkan dampak buruk yang membahayakan, minimal kepada diri mereka para pelakunya sendiri. Apalagi jika kemaksiatan dan penyimpangan itu merupakan sesuatu yang paling dibenci oleh Allah SWT, yakni mempersekutukan-Nya dengan segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Tentu kemurkaan Allah melebihi kemurkaan yang disebabkan kemaksiatan dan kezhaliman lain dari seorang manusia yang masih mungkin dimaklumi dan diampuni-Nya. (H. Willyuddin A.R Dhani, S.Pd : 2007).
Kemusyrikan merupakan sumber malapetaka di dunia dan di akhirat. Kemusyrikan merupakan penyebab utama rusaknya aqidah umat manusia, hilangnya keyakinan dan jati diri manusia yang Robbani. Kemusyrikan merupakan aqidah yang bersumber dari bujukan dan bisikan Setan Laknatullah, bisa berupa wangsit, mimpi-mimpi dan sebagainya.

       D. Hal-hal Yang Menimbulkan Kemusyrikan

Menurut H. Willyuddin A.R Dhani, S.Pd. : 2007.
Kepercayaan dan tradisi setempat.
* Berdoa dan meminta sesuatu melalui perantara arwah dan kubur.
* Tradisi upacara persembahan untuk penghuni laut selatan
* Tradisi membuat sesajen untuk para arwah, jin dan roh halus
* Pengobatan, pertolongan dan perlindungan melalui dukun dan paranormal
* Tradisi manakiban (membaca rawi) dan membaca syair-syair musyrik.
* Tradisi mencari dan ngalab berkah melalui benda keramat
* Menggunakan azimat, wafak, kesaktian dan sejenisnya.
* Tradisi ruwatan dan upacara tolak bala’
* Tradisi selamatan untuk Dewi Sri dan yang sejenisnya.

Berdasarkan pernyataan di atas maka berdoa dan meminta pada Makam loang baloq termasuk perbuatan yang menyimpang dan menyesatkan.

E. Bahaya Kemusyrikan
1. Kerusakan aqidah umat
2. Kerusakan moral dan akhlak Masyarakat
3. Kezhaliman yang sangat besar
4. Menutup ampunan dari Allah
5. Kesesatan yang sangat jauh
6. Diharamkan merasakan surga
7. Menghapus dan membinasakan amal saleh
8. Mendapat kutukan (laknat) Allah dan kerugian selama-lamanya
9. Menyegerakkan dan mengundang datangnya azab Allah.
























BAB III
 METODE PENELITIAN

A.    Rancangan Penelitian
1.      Waktu dan tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama satu minggu yaitu tanggal 6 november sampai dengan 12 November 2012 dengan bertempat dikampus IAIN mataram.
2.      Rincian kegiatan
Yang dilakukan selama penelitian adalah sebagai berikut:
a.       Study pustaka
b.      Observasi: mengadakan wawancara dengan masyarakat yang berkunjung ke makam loang baloq.
c.       Mewawancarai penjaga makam loang baloq.

B. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung loang baloq sekitar.
Tabel 1
Wawancara dengan penjaga makam loang baloq

No
Mahasiswa
Penjaga
1.
2.

3.


4.

5.



6.

7.
Siapa nama bapak?
Bapak sebagai penjaga makam loang baloq?
Benarkah bahwa masyarakat Lombok menganggap makam loang baloq itu karamat?
Mengapa?

Bagaimana wujud perilaku yang di tunjukkan masyarakat dalam mengeramatkan makam loang baloq?
Apakah semua masyarakat seperti itu?
Lebih banyak mana yang melakukan seperti itu atau tdak melakukan seperti itu?
Syamsudin
Ya

Ya


Karna makam loang baloq memiliki kekeramatan.
Setiap hari masyarakat datang untuk berdo’a dan berhajat dan memohon hajatnya diterima.
Tidak. Tidak semua masyarakat seperti itu.
Dulu sih banyak sekitar 40 persen dari penduduk kota mataram tapi sekarang Alhamdulillah sudah mulai berkurang.

Tabel 2
Wawancara dengan beberapa pengunjung
No
Mahasiswa
Pengunjung

Bapak kesini untuk apa?
Datang untuk berdo’a. siapa tau dengan kita berdo’a dimakam ulama do’a kita di terima Allah

       C. Metode Pengumpulan Data

1. Wawancara

Wawancara ini kami lakukan untuk mendapatkan informasi yang jelas, menyakinkan,
dan dapat dipertanggungjawabkan tentang legenda Makam loang baloq dan sikap masyarakat terhadap makam tersebut.

2. Observasi

Metode ini digunakan untuk bahan kajian kami dalam menentukan kesimpulan seperti
wawancara dengan beberapa masyarakat lombok, yang mendatangi lokasi Makam loang baloq.

       D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data dan informasi kami menggunakan teknik porpos sampling yaitu dengan cara mendatangi beberapa pihak yang kami anggap sebagai sumber informasi yang bisa mewakili jumlah populasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Sumber informasi tersebut saya gunakan sebagai dasar dalam mengambil kesimpulan.


























BAB IV
HASIL PENELITIAN

A.    Hasil Wawancara dan Observasi

1.      sebagian masyarakat Lombok masih percaya akan kekuatan gaib makam loang baloq.
2.      Sebagian masyarakat sudah mulai sadar akan semua yang dilakukan itu perbuatan yang menyimpang dari agam.
3.      Sebagian masyarakat masih sulit untuk diberikan pengertian bahwa tradisi acara memperlakukan makam loang baloq yang dilakukan saat ini bila dikaitkan dengan ajaran islam sangat bertentangan.

B.     Solusi Meluruskan Tradisi Animisme dan Dinamisme Tentang Legenda Makam Loang Balok

1.      Memberikan pengarahan kepada warga dengan cara bercerita tentang legenda Makam loang balok pada saat-saat tertentu ketika ada peringatan hari besar agama.
2.      Memberikan pengarahan lewat pengajian tentang keberadaan Makam loang baloq bila dikaitkan dengan agama.


























BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.     Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Upaya melestarikan tradisi animisme dan dinamisme dapat ditempuh dengan cara :
1.      mengungkap kembali legenda makam loang baloq.
2.      Menanamkan pemahaman kepada warga masyarakat bahwa tradisi yang selama ini mereka lakukan adalah termasuk animisme dan dinamisme.
3.      Memberi pengarahan lewat pengajian tentang tradisi yang dapat menyesatkan.

B.     Saran

1.      bagi masyarakat Lombok
a.       hendaklah masyarakat selaku orang muslim terbuka menerima masukan asalkan sesuai dengan ajaran agama yang diikuti.
b.      Hendaknya masyarakat bisa membedakan mana yang benar dan yang salah
c.       Masyarakat hendaknya tetap melestarikan legenda makam loang baloq sebagai budaya daerah.
2.      Bagi ulama dan tokoh masyarakat yang ingin meluruskan
a.       Hendaknya dapat mengarahkan masyarakat untuk meninggalkan tradisi yang dapat menyesatkan dengan cara tidak menyinggung perasaan masyarakat dan tetap memotovasi untuk tidak meninggalkan nilai budaya daerah.
b.      Memotivasi kepada kaum pelajar untuk membaca buku-buku pengetahuan baik umum, buku sejarah, buku agama.




















DAFTAR PUSTAKA

1.      H. Willyuddin A.R. Dhani, S.Pd. Bahaya Tradisi Kemusyrikan Di Sekitar Kita. Bogor, 2007
3.      http://zonadiskusi.blogspot.com/2009/09/animisme-dan-dinamisme.html