[Year]
|
TENTANG LEGENDA MAKAM LOANG BALOQ
MASYARAKAT LOMBOK
Ditulis Oleh:
Nama:
Samsul Hadi (1D)
Nim:
15.2.12.5.029
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
FAKULTAS SYARI’AH
JURUSAN EKONOMI ISLAM (KEUANGAN)
2012-2013
KATA
PENGANTAR
Segala puji
syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan,
kesempatan, kemauan dan ketabahan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat
saya dapat menyelesaikan karya tulis yang sangat sederhana ini.
Penyusunan karya
tulis yang berjudul “menghilangkan Tradisi Animisme dan Dinamisme tentang
Legenda Makam loang baloq masyarakat di Pulau Lombok. Pada dasarnya karya tulis
yang saya angkat adalah menggali dari kegiatan yang menjadi tugas kuliah saya
yang diberikan oleh dosen pengempu saya . Dengan berpokok kemampuan berpikir
yang sederhana, saya mencoba mengutarakan suatu masalah yang menurut hemat saya
sangat penting.
Atas
terselesainya karya tulis ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan
yang setinggi-tingginya kepada:
1.
bapak
Rektor IAIN Mataram yang dengan penuh kesabaran dan ketelitian telah memberikan
motivasi dan fasilitas.
2.
Bapak
Heru Sunardi, SH, MH yang membimbing dalam penulisan karya ilmiah ini.
3.
Ibu
Siti Nurul khaerani, MM, selaku dosen wali saya yang penuh kesabaran setia
membimbing saya.
4.
Bapak
syamsudin selaku penjaga makam Loang Baloq yang memberikan informasi
tentang keberadaan masyarakat Lombok dan
perkembangan sikap masyarakat terhadap makam Loang Balok.
Semoga amal
kebaikan tersebut diterima oleh Allah SWT dan kelak mendapatkan balasan yang
sesuai.
Kami menyadari
bahwa yang subjektif mengandung kelemahan. Oleh karena itu kami senantiasa
membuka peluang untuk saran dan kritik yang datangnya dari pihak manapun.
Mudah-mudahan
karya tulis yang sangat sederhana ini dapat membuahkan manfaat kepada semua
pihak. Amin.
Mataram,
13 november 2012
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................
a. Latar
Belakang Masalah...................................................................................
b. Perumusan
Masalah..........................................................................................
c. Pembatasan
Masalah.........................................................................................
d. Tujuan
Penelitian...............................................................................................
e. Kegunaan
Penelitian..........................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................
a. Legenda
Makam Loang Balok.........................................................................
b. Pengertian
Animisme dan Dinamisme.............................................................
c. Perbuatan
Menyimpang dan Menyasatkan....................................................
d. Hal-Hal
Yang Menimbulkan Kemusyrikan....................................................
e. Bahaya
Kemusyrikan........................................................................................
BAB III METODE PENELITIAN....................................................................................
a. Rencana
Penelitian............................................................................................
b. Populasi
dan Sampel..........................................................................................
c. Metode
Pengumpulan Data..............................................................................
d. Teknik
Pengumpulan Data...............................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN.........................................................................................
a. Hasil
Wawancara dan Observasi......................................................................
b. Solusi
Menghilangkan Tradisi Animisme dan Dinamisme Tentang Legenda Makam Loang Balok.............................................................................................................................
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................................
a. Kesimpulan.........................................................................................................
b. Saran...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Tradisi ziarah
kubur di Masyarakat pada umumnya merupakan kegiatan rutin sehari-hari dan pada bulan-bulan
tertentu. Ada yang dilakukan setahun sekali pada saat hari Raya Idul Fitri maupun
Idul Adha. Tradisi ziarah seperti ini bertujuan mendoakan arwah ahli kubur agar
di rahmati Tuhan Yang Maha Esa dan mengingatkan diri kita bahwa kita juga akan
mati.
Tetapi jika ziarah kubur untuk maksud lain,
selain mendoakan arwah ahli kubur adalah ziarah yang dapat mengarah pada
penyimpangan dan penyesatan.
Demikian pula
dengan tradisi ziarah Makam Loang Baloq yang dilakukan Masyarakat di Lombok.
Makam Loang Baloq adalah salah satu legenda
yang ada di Lombok. Namun keberadaan legenda tersebut belum diketahui oleh banyak
orang di Masyarakat Lombok. Tetapi untuk Masyarakat Lombok Legenda Makam Loang
Balok ini tetap dilestarikan.
Menurut legenda,
Makam Loang Balok adalah tempat dimakamkan salah seorang ulama terbesar Maulana
Syah Gaus Abdurrazak yang berasal dari jazirah arab datang ke Palembang. Dari
Palembang, ulama besar itu melanjutkan perjalanan dan mendarat di pesisir
pantai ampenan, kota mataram. Ketika berada di daerah itu maulana syech gaus
abdurrazak menyampaikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran islam. Ajaran
tersebut sangat dipercaya oleh
masyarakat, tidak hanya tetapi juga di Lombok.
Makam-makam
tersebut hingga kini sering dikunjungi para peziarah dari pulau Lombok maupun
dari daerah lain. oleh karna itu, dimakamkan tersebut dikeramatkan. Bahkan sampai
sekarangpun masyarakat Lombok masih mempercayainya. Bahkan bila ada masyarakat
yang punya hajat tentu datang kemakam tersebut. Mereka tahu bahwa yang
dimakamkan dimakam loang balok adalah hanya seorang ulama. Bagaimana mungkin
manusia yang sudah meninggal bisa mereka minta pertolongan.
Memang kita perlu melestarikan legenda makam
loang baloq karna merupakan salah satu budaya daerah. Namun disisi lain ada
faktor nilai tradisi mempertahankan animisme dan dinamisme yang dapat
menyesatkan masyarakat.
Untuk itu
bagaimana usaha kita untuk tetap melestarikan legenda makam loang baloq yang
dapat menghilangkan tradisi animisme dan dinamisme?
Hal inilah yang
melatarbelakangi saya mengangkat judul menghilangkan tradisi animisme dan
dinamisme tentang legenda makam loang baloq masyarakat Lombok.
B.
Perumusan
Masalah
Bagaimana
menghilangkan tradisi animisme dan dinamisme tentang legenda Makam Loang Balok.
C.
Pembatasan
Masalah
1. Menghilangkan
tradisi animisme dan dinamisme pada rumusan masalah maksudnya adalah
mengarahkan masyarakat khususnya masyarakat di Lombok yang mayoritas muslim
untuk tetap meyakini bahwa tempat memohon dan berdo’a ditujukan kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
2. Legenda makam
loang baloq yang saya maksudkan adalah cerita masyarakat yang dihubungkan
dengan asal usul terjadinya makam loang baloq.
D.
Tujuan
Penelitian
Tujuan saya
mengangkat tema atau judul tersebut adalah mehilangkan tradisi terhadap legenda
Makam loang baloq Masyarakat Lombok.
E.
Kegunaan
Penelitian
Sebagai informasi dan
wawasan kepada Masyarakat umum khususnya, Masyarakat Lombok yang beragama
Islam, bahwa mengkeramatkan Makam loang balok termasuk perilaku menuju musyrik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Legenda Makam Loang
Baloq
Menurut
cerita penjangga makam loang baloq bapak syamsudin tentang makam loang baloq
adalah sebagai berikut: berdasarkan data dinas pariwisata seni dan budaya kota
mataram, berdasarkan sejarah, pada tahun 1866, seorang ulama besar bernama
maulana syach gaus abdurrazak yang berasal dari dari jazirah arab datang
kepalembang.
Dari Palembang, ulama besar
itu melanjutkan perjalanan dan mendarat dipesisir pantai ampenan, kota mataram.
Ketika berada di daerah itu maulana syech gaus abdurrazak menyampaikan
petuah-petuah yang bersumber pada ajaran islam. Ajaran tersebut sangat dipercaya
oleh masyarakat, tidak hanya di mataram tapi juga dipulau Lombok.
Makan-makan tersebut hingga
kini sering dikunjungi para peziarah dari pulau Lombok maupun dari daerah lain.
Para peziarah yang datang ke makam biasanya berdo’a semoga arwah beliau diterima
disisi Allah SWT.
B.
Pengertian
Animisme dan Dinamisme
Kata animisme berasal dari bahasa latin, yaitu anima yang bearti ‘roh’.
Kepercayaan animism adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh.
Sedangkan kata dinamisme berasal dari bahasa Yunanin, yaitu dunamos,
sedangkan dalam bahasa inggris berarti dynamic dan diterjemahkan dalam bahasa
Indonesia dengan arti kekuatan, daya, atau kekuasaan. Difinisi dari dinamisme
memiliki arti tentang kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia yang
diyakini memiliki kekuatan gaib.
C. Perbuatan Menyimpang dan Menyesatkan
Setiap perilaku maksiat dengan
penyimpangan yang dilakukan seorang hamba, pasti
akan menghasilkan dampak buruk yang
membahayakan, minimal kepada diri mereka para pelakunya sendiri. Apalagi jika
kemaksiatan dan penyimpangan itu merupakan sesuatu yang paling dibenci oleh
Allah SWT, yakni mempersekutukan-Nya dengan segala sesuatu yang diciptakan-Nya.
Tentu kemurkaan Allah melebihi kemurkaan yang disebabkan kemaksiatan dan
kezhaliman lain dari seorang manusia yang masih mungkin dimaklumi dan diampuni-Nya.
(H. Willyuddin A.R Dhani, S.Pd : 2007).
Kemusyrikan merupakan sumber malapetaka di
dunia dan di akhirat. Kemusyrikan merupakan penyebab utama rusaknya aqidah umat
manusia, hilangnya keyakinan dan jati diri manusia yang Robbani. Kemusyrikan
merupakan aqidah yang bersumber dari bujukan dan bisikan Setan Laknatullah,
bisa berupa wangsit, mimpi-mimpi dan sebagainya.
D. Hal-hal Yang Menimbulkan Kemusyrikan
Menurut H. Willyuddin A.R Dhani, S.Pd. : 2007.
Kepercayaan dan tradisi setempat.
* Berdoa dan meminta sesuatu melalui perantara arwah
dan kubur.
* Tradisi upacara persembahan untuk penghuni laut
selatan
* Tradisi membuat sesajen untuk para arwah, jin dan
roh halus
* Pengobatan, pertolongan dan perlindungan melalui
dukun dan paranormal
* Tradisi manakiban (membaca rawi) dan membaca
syair-syair musyrik.
* Tradisi mencari dan ngalab berkah melalui benda
keramat
* Menggunakan azimat, wafak, kesaktian dan sejenisnya.
* Tradisi ruwatan dan upacara tolak bala’
* Tradisi selamatan untuk Dewi Sri dan yang
sejenisnya.
Berdasarkan pernyataan di
atas maka berdoa dan meminta pada Makam loang baloq termasuk perbuatan yang
menyimpang dan menyesatkan.
E. Bahaya Kemusyrikan
1. Kerusakan aqidah umat
2. Kerusakan moral dan akhlak Masyarakat
3. Kezhaliman yang sangat besar
4. Menutup ampunan dari Allah
5. Kesesatan yang sangat jauh
6. Diharamkan merasakan surga
7. Menghapus dan membinasakan amal saleh
8. Mendapat kutukan (laknat) Allah dan kerugian
selama-lamanya
9. Menyegerakkan dan mengundang datangnya azab Allah.
BAB III
METODE
PENELITIAN
A.
Rancangan
Penelitian
1.
Waktu dan tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan
selama satu minggu yaitu tanggal 6 november sampai dengan 12 November 2012
dengan bertempat dikampus IAIN mataram.
2.
Rincian kegiatan
Yang dilakukan selama
penelitian adalah sebagai berikut:
a.
Study pustaka
b.
Observasi: mengadakan wawancara dengan masyarakat yang berkunjung ke
makam loang baloq.
c.
Mewawancarai penjaga makam loang baloq.
B. Populasi dan
Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung loang
baloq sekitar.
Tabel 1
Wawancara dengan penjaga makam loang baloq
No
|
Mahasiswa
|
Penjaga
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Siapa nama bapak?
Bapak sebagai penjaga makam loang baloq?
Benarkah bahwa masyarakat Lombok menganggap makam loang baloq itu
karamat?
Mengapa?
Bagaimana wujud perilaku yang di tunjukkan masyarakat dalam
mengeramatkan makam loang baloq?
Apakah semua masyarakat seperti itu?
Lebih banyak mana yang melakukan seperti itu atau tdak melakukan
seperti itu?
|
Syamsudin
Ya
Ya
Karna makam loang baloq memiliki kekeramatan.
Setiap hari masyarakat datang untuk berdo’a dan berhajat dan memohon
hajatnya diterima.
Tidak. Tidak semua masyarakat seperti itu.
Dulu sih banyak sekitar 40 persen dari penduduk kota mataram tapi
sekarang Alhamdulillah sudah mulai berkurang.
|
Tabel 2
Wawancara dengan beberapa pengunjung
No
|
Mahasiswa
|
Pengunjung
|
Bapak kesini untuk apa?
|
Datang untuk berdo’a. siapa tau dengan kita berdo’a dimakam ulama do’a
kita di terima Allah
|
C. Metode Pengumpulan Data
1. Wawancara
Wawancara ini kami lakukan
untuk mendapatkan informasi yang jelas, menyakinkan,
dan dapat dipertanggungjawabkan tentang legenda Makam
loang baloq dan sikap masyarakat terhadap makam tersebut.
2. Observasi
Metode ini
digunakan untuk bahan kajian kami dalam menentukan kesimpulan seperti
wawancara dengan beberapa masyarakat
lombok, yang mendatangi lokasi Makam loang baloq.
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data dan
informasi kami menggunakan teknik porpos sampling yaitu dengan cara mendatangi
beberapa pihak yang kami anggap sebagai sumber informasi yang bisa mewakili
jumlah populasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Sumber informasi tersebut saya
gunakan sebagai dasar dalam mengambil kesimpulan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.
Hasil
Wawancara dan Observasi
1.
sebagian
masyarakat Lombok masih percaya akan kekuatan gaib makam loang baloq.
2.
Sebagian
masyarakat sudah mulai sadar akan semua yang dilakukan itu perbuatan yang
menyimpang dari agam.
3.
Sebagian
masyarakat masih sulit untuk diberikan pengertian bahwa tradisi acara
memperlakukan makam loang baloq yang dilakukan saat ini bila dikaitkan dengan
ajaran islam sangat bertentangan.
B.
Solusi
Meluruskan Tradisi Animisme dan Dinamisme Tentang Legenda Makam Loang Balok
1.
Memberikan
pengarahan kepada warga dengan cara bercerita tentang legenda Makam loang balok
pada saat-saat tertentu ketika ada peringatan hari besar agama.
2.
Memberikan
pengarahan lewat pengajian tentang keberadaan Makam loang baloq bila dikaitkan
dengan agama.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian
diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Upaya melestarikan tradisi animisme dan dinamisme
dapat ditempuh dengan cara :
1.
mengungkap
kembali legenda makam loang baloq.
2.
Menanamkan
pemahaman kepada warga masyarakat bahwa tradisi yang selama ini mereka lakukan
adalah termasuk animisme dan dinamisme.
3.
Memberi
pengarahan lewat pengajian tentang tradisi yang dapat menyesatkan.
B.
Saran
1.
bagi masyarakat
Lombok
a.
hendaklah
masyarakat selaku orang muslim terbuka menerima masukan asalkan sesuai dengan
ajaran agama yang diikuti.
b.
Hendaknya
masyarakat bisa membedakan mana yang benar dan yang salah
c.
Masyarakat hendaknya
tetap melestarikan legenda makam loang baloq sebagai budaya daerah.
2.
Bagi ulama dan
tokoh masyarakat yang ingin meluruskan
a.
Hendaknya dapat
mengarahkan masyarakat untuk meninggalkan tradisi yang dapat menyesatkan dengan
cara tidak menyinggung perasaan masyarakat dan tetap memotovasi untuk tidak
meninggalkan nilai budaya daerah.
b. Memotivasi kepada kaum pelajar untuk membaca buku-buku
pengetahuan baik umum, buku sejarah, buku agama.
DAFTAR PUSTAKA
1.
H. Willyuddin
A.R. Dhani, S.Pd. Bahaya Tradisi Kemusyrikan Di Sekitar Kita. Bogor,
2007
3.
http://zonadiskusi.blogspot.com/2009/09/animisme-dan-dinamisme.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar